Kamis, 17 Maret 2016

6 Tips Jitu Mengajari Anak Kebiasaan Sikat Gigi

6 Tips Jitu Mengajari Anak Kebiasaan Sikat Gigi

Kesehatan Ibu dan Anak- Membiasakan anak sikat gigi adalah kebiasaan yang sangat baik. Kegiatan menggosok gigi sebenarnya merupakan kebiasaan yang menyenangkan. Namun kita memerlukan beberapa teknik agar anak mau melakukan kebiasaan sikat gigi. Kebiasaan sikat gigi, harus dilakukan sedini mungkin. Jika hal itu kita lakukan maka anak tidak akan mengalami gangguan pada giginya. Seperti gangguan gigi berlubang, sakit gigi dan gigi berubah warna menjadi hitam.

Penting sekali bagi orang tua untuk mengajarkan anak kebiasaan sikat gigi. Apalagi saat anak mulai makan- makanan yang beragam. Seperti coklat, permen, kembang gula, kue dan makanan manis lainnya. Dengan banyak mengkonsumsi makanan manis akan membuat gigi anak menjadi berlubang.

Namun biasanya tidak semua anak mau merawat gigi mereka. Kita harus menggunakan teknik- teknik yang menyenangkan agar anak mau sikat gigi mereka. Selain itu kita juga harus sabar.

Berikut ini 6 tips yang dapat dilakukan orang tua, agar anak melakukan kebiasan sikat gigi:

1. Ajari anak kebiasaan sikat gigi sedini mungkin

Gigi anak mulai tumbuh di usia 6-8 bulan, namun mulai tumbuh lengkap di usia 2 tahun. Namun kebiasaan membersihkan mulut harus dilakukan sedini mungkin. Yaitu sehabis bayi minum susu. Gunakanlah kasa yang dibasahi air matang untuk membersihkan lidah anak. Lidah anak juga penting untuk dibersihkan. 

Setelah gigi anak mulai tumbuh, dapat dibantu dengan sikat gigi yang lembut. Biasakan anak untuk sikat gigi sebanyak dua kali dalam sehari. Terutama pada malam hari, sebelum anak tidur. Usahakan setelah anak menggosok gigi, untuk tidak makan dan minum lagi. Karena hal itu dapat membuat gigi karies dan berlubang. 

Saat anak mulai masuk usia 12 bulan, mulai ajari untuk sikat gigi sendiri.Ajari dengan cara yang menyenangkan. Karena di usia ini kemampuan motorik anak mulai berkembang. Anak juga mulai dapat  memegang sikat gigi sendiri. 

2. Ajak anak saat membeli sikat gigi dan pasta gigi

Ajaklah anak saat anda membeli sikat gigi. Karena saat ini banyak sekali varian dari sikat gigi. Biarkan anak memilih sikat gigi yang mereka sukai. Karena dengan membiarkannya memilih sikat gigi yang mereka sukai, kita akan lebih mudah saat mengajak anak sikat gigi. Anak cenderung lebih menyukai apa yang mereka pilih sendiri dari pada yang anda paksakan.

Beri kebebasan juga saat anak memilih pasta gigi. Biarkan mereka memilih rasa yang mereka sukai. Karena saat ini banyak sekali varian rasa dari pasta gigi. Jangan memaksakan anak untuk menggunakan pasta gigi dengan rasa yang tidak mereka sukai.

3. Ceritakan pada anak tentang hal-hal yang baik tentang kebiasaan sikat gigi

Saat ini telah tersedia poster yang bergambar gigi. Belilah poster yang berganbar gigi rusak atau berlubang dan poster gigi sehat. Tunjukkan poster tersebut kepada anak anda. Gunakan poster tersebut untuk menceritakan pentingnya sikat gigi. 

Ajak anak untuk berimajinasi dengan menggunakan poster tersebut. Ceritakan penyebab gigi rusak ceritakan pula akibat yang timbul akibat gigi rusak. Ceritakan pula hal-hal yang membuat gigi sehat. Jangan lupa menceritakan manfaat memiliki gigi sehat.

4. Tunjukkan kebiasaan anda sikat gigi pada anak

Anak dapat diibaratkan sebagai mesin foto copy. Mereka akan meniru kebiasaan yang dilakukan orang tuanya. Dengan menunjukkan kebiasaan anda menggosok gigi dapat memberikan contoh nyata kebiasaan yang baik. Selain itu juga dalam memgajarkan sesuatu pada anak tidak hanya menggunakan teori saja. Namun juga harus dengan contoh yang nyata. Sanggat penting sekali jika anak mengetahui kalau orang tuanya juga melakukan kebiasaan baik sikat gigi.

5. Tunggui anak saat sikat gigi

Menunggu anak saat menggosok gigi perlu kita lakukan. Hal ini bertujuan agar kita dapat mengevaluasi cara anak menggosok gigi. Jika cara menggosok gigi anak masih salah, kita dapat langsung memberikan contoh menggosok gigi yang benar. Kebiasaan menggosok gigi yang benar sanggatlah perlu kita ajarkan pada anak. Agar mereka tidak terbiasa menggosok gigi dengan cara yang salah.

Cara menggosok gigi yang benar adalah posisi kepala sikat membentuk sudut 45 derajat di daerah perbatasan gigi dan gusi. Gerakan sikat dengan cara memutar. Selain itu kita juga perlu mengajarkan cara membersihkan lidah. Agar nafas anak lebih segar.

6. Ajak anak ke dokter gigi

Dengan rutin mengajak anak pergi ke dokter gigi, dapat mencegah gigi berlubang pada anak sejak awal. Sebaiknya anak diajak ke dokter gigi saat mereka berusia satu tahun. Karena kerusakan gigi biasanya dimulai saat anak berusia dua tahun. Biasakan anak untuk mengunjungi doter gigi enam bualan sekali untuk memeriksa kesehatan giginya. Selain itu  dokter juga dapat membantu kita dalam menjelaskan pentingnya sikat gigi.

Kebiasaan sikat gigi yang baik sanggatlah berguna. Manfaatnya dapat dirasakan hingga anak tumbuh dewasa. Jadi untuk anda para orang tua lakukan enam tips agar anak melakukan kebiasaan sikat gigi.















Tidak ada komentar:

Posting Komentar